Rapat KPA Banjar Jabarkan Langkah Mudah Atasi Penyebaran HIV/AIDS

Pencegahan HIV

Salah satu permasalahan yang menyerang dunia adalah, penyakit HIV/AIDS. Bahkan di Indonesia sendiri, penyakit ini pun masih menjadi perbincangan. Dalam penanganan kasus HIV, tidak hanya cukup dilakukan dengan pengobatan namun juga perlu upaya pencegahan. Dalam rapat Koordinasi KPA tingkat Kota Banjar pun, membahas tentang cara mengatasi penyebaran HIV/AIDS. 

Komisi Penanggulangan AIDS Bahas Penyebaran Penyakit HIV
Melihat banyaknya penyebaran kasus AIDS, Koordinator Program Komisi Penanggulangan AIDS atau KPA mengungkapkan fakta dari penyebarannya. Saat ini kasus HIV/AIDS, paling banyak ditemukan dari kalangan LSL atau Lelaki Suka Lelaki. Untuk usianya sendiri, diperkirakan sekitar 20 hingga 40 tahun dengan persentase 30%. 

Selain itu, penyebaran HIV ditemukan dari kalangan heterosexual, khususnya ibu rumah tangga. Bahkan, sudah ada beberapa yang masuk ke lembaga pendidikan. Untuk menangani hal tersebut, tentu diperlukan cara untuk mendeteksi penyebaran HIV. Apabila telah ditemukan penyebarannya, maka bisa menghindari dan meminimalisir penyakit mematikan ini. 

Salah satu cara cepat dan mudah untuk mendeteksi penyebarannya adalah, dengan melalui tes kesehatan pada calon pengantin. Untuk pencegahan penyakit HIV, tentu harus ada komitmen dan upaya yang kuat dari semua pihak. Utamanya dari kalangan anak-anak dan remaja, dan lebih mempriorotaskan penyebaran dari kalangan LGBT. 

Hal ini karena LGBT menjadi penyumbang angka HIV/AIDS terbesar di Jawa Barat, sehingga usaha dalam mengatasi penyebaran HIV/AIDS pun perlu diutamakan untuk kalangan mereka. Hal ini pun merupakan hasil dari rapat Koordinasi KPA tingkat Kota Banjar tahun 2019, dalam rapat di ruang Setda Banjar menghasilkan data penyebab penyebaran dari HIV. 

Pemberantasan HIV Bisa Diatasi Dengan Bantuan Semua Pihak
Seperti dilansir dari harapanrakyat.com, tentunya pencegahan HIV ini pun tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada sebuah komitmen dan koordinasi yang beriringan dari seluruh pihak, dengan bantuan seluruh pihak maka penyebaran penyakit HIV ini pun bisa dicegah. Tes kesehatan pada calon yang hendak menikah pun perlu dilakukan, sehingga penyakit ini bisa dideteksi lebih awal. 

Terkait dengan penanganan dalam mengatasi penyebaran HIV/AIDS melalui Peraturan Daerah, selama ini belum ada hasil yang pasti. Hal ini karena penanganan yang dianjurkan pada beberapa daerah pun, masih dipermasalahkan. Apabila warga mau diajak bekerja sama dengan melakukan tes HIV atau AIDS, maka penyebaran penyakit pun bisa dihentikan. 

Tentunya kita tidak bisa mengetahui apakah satu orang memiliki penyakit mematikan ini atau tidak, sehingga perlu dilakukan tes untuk mengetahuinya. Tes ini pun pasti sangat berguna bagi calon pengantin, untuk melindungi janin bayi ketika nantinyamengandung.  Selain calon pengantin, manurut data yang ada maka kalangan LSL pun harus melakukan tes HIV. 

Jika kalangan LGBT tersebut tidak mengindahkan upaya mengatasi penyebaran HIV/AIDS ini, akibatnya justru kembali lagi kepada individu masing-masing.  Sebagai penyumbang penyakit HIV/AIDS terbesar di Jawa Barat,  maka pemberian tes pun harus diprioritaskan kepada mereka. Tidak hanya pemberian tes, namun himbauan atau pemberian pengetahuan akan bahaya dan penyebaran AIDS pun perlu ditekankan pada kalangan LGBT. 

Penyebaran Akibat Perlakuan yang Menyimpang
Kader Warga Peduli AIDS atau WPA, Rika Setiawati pun mengungkapkan bahwa penyebaran HIV melalui hubungan seksual yang menyimpang. Dengan hubungan yang tidak direncanakan yang dilakukan oleh LSL, membuatnya menjadi faktor penyebaran HIV yang cukup membahayakan di wilayah Banjar. 

Dengan sering berganti pasangan, sudah pasti penyebaran HIV pun menjadi lebih luas. Apalagi jika ada seseorang yang telah terjangkit penyakit HIV tersebut, hendak menikah dengan calon yang baru lagi.  HIV akibat perlakuan hubungan yang menyimpang ini, tentu merugikan banyak pihak. Dan ketika telah terjangkit HIV, penyebarannya pun bisa lebih tinggi lagi. 

Sudah banyak upaya pencegahan yang dilakukan, untuk mencegah penyebaran penyakit HIV. Salah satunya adalah dengan mengubah pola perilaku setiap individu, serta menanamkan bahaya dan akibat dari perilaku tersebut. Cara ini terbilang cukup sukses, dengan memberikan bimbingan pendidikan maka setiap individu dapat menyadari akibat dan bahaya kedepannya. 

HIV atau AIDS adalah sebuah penyakit yang mematikan, bahkan untuk menghilangkan penyakit ini dari tubuh pun diperlukan usaha yang luar biasa besar. Untuk itu, tentunya mencegah lebih mudah daripada mengobati. Penyebaran HIV atau AIDS, paling banyak berasal dari hubungan seksual yang menyimpang. Maka dari itu perlu perubahan perilaku tersebut, dan maksimalkan dengan mengikuti tes HIV/AIDS. 

No comments:

Powered by Blogger.