Mitos Seputar Alergi

Mitos Alergi

Menderita suatu alergi akan menghalangi kita untuk melakukan berbagai aktivitas. Sebab, ada kalanya kita harus menghindari aktivitas tertentu yang berpotensi menghadirkan alergen dan membuat tubuh bereaksi dengan alergi tersebut. Alergi sendiri bisa terjadi karena berbagai penyebab, mulai dari udara, debu, suhu, makanan, sampai obat tertentu.

Apabila Anda menderita alergi khususnya yang berkaitan dengan udara atau saluran pernapasan, maka tidak perlu risau karena sudah ada obat semprot hidung yang bisa mengatasi alergi seketika. Akan tetapi, masih banyak juga diantara kita yang berhadapan dengan mitos-mitos tertentu seputar alergi. Lantas, apakah kita harus percaya dengan mitos seputar alergi atau mengabaikannya begitu saja? Berikut ini beberapa mitos yang perlu dipahami bersama.

Alergi hanya untuk anak-anak
Menurut Neeta Ogden, MD , juru bicara ACAAI. "Anda pasti dapat mengembangkan alergi sebagai orang dewasa,". Penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan ilmiah tahunan ACAAI pada tahun 2017, misalnya, menunjukkan bahwa hampir setengah dari orang dewasa yang alergi makanan mengembangkan alergi mereka di masa dewasa. 

Kebanyakan orang yang mengembangkan alergi pada orang dewasa biasanya melakukannya pada usia dua puluhan dan tiga puluhan, meskipun mungkin untuk mengembangkannya pada usia berapa pun, kata W. Edward Davis, III, MD , seorang ahli alergi di Ochsner Medical Center di New Orleans. “Saya bahkan sudah membawa anak berusia 85 tahun ke kantor saya dengan rinitis alergi atau demam,” katanya. "Ini tidak biasa, tapi aku sudah melihatnya."

Alergi tidak bisa diatasi
"Banyak orang mengatasi alergi dari waktu ke waktu," kata Putri Ogbogu, MD , seorang spesialis alergi dan imunologi di Pusat Medis Wexner University Universitas Ohio di Columbus. Menurut Mayo Clinic, sekitar 60 hingga 80 persen anak kecil mengalami alergi terhadap susu atau telur pada usia 16 tahun.

Penelitian telah menunjukkan bahwa sensitisasi alergi, atau reaksi tubuh terhadap alergen, lebih tinggi pada orang yang lebih muda. Sebuah studi yang diterbitkan pada Juni 2016 Journal of Allergy and Clinical Immunology menemukan bahwa penuaan dikaitkan dengan tingkat kepekaan yang lebih rendah, khususnya terhadap debu tungau dan kucing.
Itulah dua mitos yang sering beredar di masyarakat tentang alergi dan perlu dipahami faktanya. Selain mempersiapkan obat untuk alergi, siapkan juga obat mual vometa di goapotik untuk berjaga-jaga di rumah Anda. Semoga bermanfaat.

No comments:

Powered by Blogger.